Rutinitasku

  Rutinitasku adalah berenang. Hampir setiap minggu aku melakukan rutinitas berenangku bersama ayah,ibu dan kakakku. Aku berenang di suatu tempat kolam renang swasta yang dimana tempat ini lumayan mahal biayanya dari kolam renang biasanya. Pada suatu hari sekitar jam tujuh pagi aku pergi kesana untuk berenang dan pada saat ayahku membeli tiket aku melihat keluarga kecil yang sangat kaya. 


      Sekitar setengah jam kemudian ketika aku sedang istirahat di tepi kolam aku melihat keluarga kecil itu sedang mengajari 2 anaknya berenang dan terlihat sangat seru. Lalu aku lanjut berenang dan sambil bermain bersama kakakku. Setelah 1 jam kemudian aku melihat anak dari keluarga kaya itu sedang bermain berdua tanpa ada orang tua mereka, aku melihat ibunya sedang mengambil makanan karna tadi dia memesan makanan di sebuah toko yang ada di sana, sedangkan ayahnya sedang berenang sendiri. Aku sedikit khawatir karna setengah dari kolam itu berkedalaman 2 meter lebih.


        Setelah satu jam kemudian, lebih tepatnya jam 9 pagi, aku melihat dari jauh anak sulung yang berumur 13 tahun dari keluarga itu Sendirian dan dia terlihat bingung seperti sedang mencari adiknya yang barusia 8 tahun. Selengah jam belumnya, aku melihat kedua anak dari keluarga itu sedang belajar berenang sendiri. Aku sedikit  khawatir tapi aku mengabaikannya. 


        Setelah aku melihat anak itu kebingungan aku berniat menghampirinya, tapi karna jarak aku dengan anak itu jauh aku harus berenang untuk sampai kesana dan akupun berenang. Setelah aku sampai sana ibunya sudah kembali. Dan memulai pembicaraan.


      ‘’ Diman adikmu? ‘’ Ibunya bertanya dengan wajah kebingunan.

     ‘’ Tadi dia berenang disampigku, tapi saat aku naik dia sudah tidak ada disampingku. “

Anak sulungnya menjawab dengan wajah panik.

     “ Sudah berapa lama kamu tidak bersama dengannya? “ Ibunya bertanya kembali,dengan wajah yang mulai panik.

    “ Sekitar 3 menit. “ Anaknya menjawab.


     Setelah percakapan itu, ayah dari anak itu datang dengan menggendong anak bungsunya yang sudah pingsan, dan ayahnya berkata dia menemukannya di kolam 2 meter lebih  dimana tempat dia berenang. Seketika itu, langsung diberikan pertolongan pertama dan orang-orang langsung mengelilingi tempat tersebut. Setelah beberapa saat anaknya belum juga sadar dari pingsannya, karna tak kunjung sadar anak itu dilarikan ke rumah sakit. Setengah jam kemudian aku mendapat kabar kalau anak itu selamat.


     Beberapa bulan setelah kejadian itu, aku kembali bertemu dengan keluarga itu. Aku melihat anak bungsunya terlihat murung mungkin trauma karna teringat kejadian sebelumnya. Tapi keluarganya menyemangatinya untuk melupakan kejadian itu .



Karya : Dalila Iftina Putri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku, Kamu, dan Bandung

Ingin Cantik

Sahabat Terbaik