Aku, Kamu, dan Bandung
Suatu hari saat aku sedang duduk diam di bangku taman. Tiba- tiba seorang lelaki dan wanita
tertawa ria di taman alun alun Bandung. Mereka tertawa lepas, dan terlihat sangat bahagia, ya karena
aku bisa melihatnya dari raut wajahnya.
Tak lama aku teringat seseorang yang dulu pernah menemani ku, yang dulu pernah singgah tapi tak
sungguh, dan saling berjanji untuk saling meninggalkan. Tepat 2 Tahun lalu ia pindah meninggalkan
diriku. Kadang aku masih merasa sedih karna teringat sosoknya.
Dulu aku juga sama seperti lelaki dan wanita yang kulihat tadi. Aku dan dirinya dulu sering
berbincang-bincang sampai lupa waktu. Mengelilingi kompleks tiap Sabtu dan Minggu dengan motor
Vespa kesayangan nya. Tak lupa sambil mendengarkan lagu ‘piknik’ dari naif.
Hingga sampai di hari kelulusan kami, dan pada saat itu lah dimana hari yang membuatku hancur
sampai saat ini. Ia harus ikut dengan ayahnya pindah ke Bandung, awalnya ia juga menolak ajakan
ayahnya pindah ke Bandung, cuman ya mau bagaimana lagi. Aku berusaha mengikhlaskan nya dan
sampai dihari perpisahan ku dengan nya, Dia berpamitan pada diriku dan mengucapkan janji yang
masih ku ingat jelas “ Tunggu aku ya, 2 tahun lagi aku akan menjemputmu, aku akan mengajak mu
berkeliling kota Bandung” ucapnya dulu.
Saat ini sudah 2 tahun lama nya menunggu kehadirannya, Aku memutuskan untuk pergi ke
Bandung. Untuk menghilangkan rasa rindu yang sudah lama ku tahan. Dan aku harus menerima
kenyataan, ia sudah menemukan pengganti ku, rasanya masih sangat sakit jika di ingat kembali.
Bodoh nya aku yang masih belum bisa terbiasa tanpa kehadiran dirimu, kadang aku benci, kadang
aku juga rindu sosok dirinya. Karena jujur sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan peran
mu dihatiku. Selamat meneruskan perjalanan mu, semoga dengan adanya dia dihidup mu menjadikan
kebahagiaan untuk mu.
Karya : Salsa Nabila
Komentar
Posting Komentar