Sahabat Terbaik
Suatu hari, terdapat seorang gadis cantik dan memiliki hati yang lembut. Amelia namanya. Ia orang yang suka menolong, penyabar, dan pintar. Tetapi sayangnya, beberapa tidak menyukai Amelia karena ia berasal dari keluarga yang miskin dan mereka merasa tidak pantas jika dekat dengan Amelia. Sering kali ia diledek oleh temannya karena hal tersebut.
Keesokan harinya di sekolah, Amelia duduk di bangku paling depan. Mapel pertama ialah matematika, Bu Sari sebagai guru matematika mengumumkan hasil ulangan yang dilaksanakan minggu lalu. Semua siswa di kelas tersebut berharap dirinya bisa mendapat nilai tertinggi. Selama ini yang menempati nilai tertinggi matematika adalah Cia. Berbeda dari sebelumnya, kali ini yang mendapat nilai tertinggi matematika adalah Amelia. Cia paling tidak suka jika ada orang yang lebih hebat dari dia. Sejak hari itu, Cia tidak suka terhadap Amelia karena telah merebut posisinya sebagai peraih nilai tertinggi matematika.
Saat jam istirahat, Cia menarik tangan Amelia ke kamar mandi untuk memberi pelajaran.Cia benar benar marah kepada Amelia, sampai sampai ia menyiram Amelia dengan air dingin. Amelia bingung dengan apa yang dilakukan Cia, ia merasa tidak melakukan kesalahan sedikitpun. Setelah tahu sebabnya, Amelia merasa bersalah kepada Cia. Setelah berbincang lama, Cia meninggalkan Amelia dan menguncinya di kamar mandi. Amelia berusaha teriak untuk meminta tolong, tetapi tidak ada satupun yang mendengar. Karena kondisi bajunya yang basah, ia mulai kedinginan. 1 jam kemudian, ia ditemukan oleh Bu Sari dengan kondisi pingsan di lantai.
Setelah kejadian tersebut, Amelia dibawa ke UKS oleh Bu Sari. Beberapa jam kemudian, Amelia sadar dari pingsannya. Bu Sari menanyakan apa yang terjadi, kalian tahu apa yang Amelia katakan? Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena kecerobohannya yang tidak hati hati, Amelia tidak menceritakan apa yang sebenernya terjadi. Amelia adalah orang yang tidak ingin temannya terkena masalah, sekalipun orang itu adalah orang yang sudah menyakiti dia. Tidak sengaja Cia mendengar yang dikatakan Amelia. Saat tahu Amelia tidak menceritakan apa apa, ia merasa bersalah atas apa yang sudah dilakukan.
Sepulang sekolah, Cia menangis karena merasa telah menjadi orang terbodoh di muka bumi ini. Ia sadar Amelia adalah teman yang baik, Amelia tidak pernah menyakitinya tetapi ialah yang selalu menyakitinya. Keesokan harinya, Cia memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Amelia. Amelia terkejut karena Cia mengatakannya sambil menangis. Amelia memeluk Cia untuk menenangkannya, ia juga telah memaafkan Cia. Setelah apa yang terjadi, mereka menjadi teman yang akur, saling mendukung satu sama lain, dan yang pasti tidak ada lagi permasalahan antara mereka.
Karya : Thalia Amarissa Dewi
Komentar
Posting Komentar