Ingin Cantik
Hari ini hari pertama aku duduk di bangku SMA di Tangerang. Tetapi setelah beberapa hari, mengapa tidak ada yang berteman denganku? Hanya ada 1 orang saja yang ingin berteman denganku, namanya Nesya. Beberapa bulan kemudian, aku di bully oleh teman-temanku karena wajahku yang jelek dan merah-merah. Tetapi apakah temanku yang satu ini membantuku? Oh jelas tidak, Nesya justru marah kepadaku dan mengatakan “heh Dinda, karena kamu aku jadi ikutan di bully. Makanya jadi orang itu jangan jelek!” Aku sangat sakit hati mendengarkan perkataan itu dari teman dekatku. Karena aku sudah tidak kuat sekolah disini, aku mencoba untuk ke roof top dan berdiri seolah-olah ingin menjatuhkan diri dari roof top ke bawah. Tiba-tiba ada pria tampan yang menarikku dan tubuhku jatuh di pelukannya. “Jangan bunuh diri, karena kehilangan orang tersayang sangat sakit” ucap pria tampan itu.
Beberapa bulan kemudian, aku pindah SMA ke daerah Jakarta karena aku tidak tahan di bully oleh teman-temanku. Aku mencoba untuk memakai make up ke sekolah agar mukaku lebih cantik. Dan benar saja, aku tidak di bully lagi, bahkan aku di puji oleh satu sekolah karena wajahku yang cantik. Juga aku mempunyai teman dekat yang baik sekali. Tetapi aku tidak tau bila mereka semua mengetahui wajahku ketika tidak memakai riasan. Apakah mereka akan menjauh atau tetap memuji dan berteman denganku.
Ketika di kelas aku menyadari bahwa ada pria tampan yang menolongku ketika di roof top. Dia tampak dingin, tetapi dia murid terbaik di sekolah ini. Hampir setiap malam aku sering sekali membaca komik terutama komik horor di pangeran komik. Dan ketika aku hendak mengambil komik, aku melihat pria tampan di sampingku. Aku bergegas lari keluar dari tempat itu karena aku takut dia akan mengetahui wajahku tanpa riasan dan menyebarkan hal ini ke murid lainnya. Tapi ternyata tidak, dia seorang pria yang baik. Dia tidak menyebarkan rahasia ini.
Setelah beberapa hari, aku berpikir apakah dia menyukai diriku? Karena dia bersikap baik kepadaku dan mempunyai waktu untukku. Aku mencoba untuk mengajak berkencan dengan mengajaknya menonton bioskop, tetapi tiba-tiba dia seolah-olah menjauh dariku. Keesokan harinya aku bertanya
“mengapa kau tiba-tiba jadi menjauh?”
“Gausah ke gr an. Aku hanya kasihan kepadamu, jadinya aku bersikap baik padamu.” Ucapnya.
Disitu aku langsung sedih dan pergi dari tempat itu.
Aku tidak sengaja mendengar percakapan dia dengan temannya, Heon.
“Kamu belum nembak cewe yang kau sukai?”
“Aku tidak yakin” ucap pria tampan.
Aku shock karena aku menyukai pria tampan itu tetapi dia menyukai wanita lain.
Tetapi ternyata itu salah, pria tampan tidak menyukai wanita lain, melainkan menyukai diriku. Akhirnya kita saling suka dan menjalankan cinta dengan damai.
Karya : Shella Aulia Nafisha
Komentar
Posting Komentar