Pinter Tapi Sombong, Gak Elite!

 Disuatu sekolah, ada seorang murid yang bernama Layla. Dia adalah murid yang sangat-sangat pintar. Saat guru menerangkan 1 kali, ia langsung memahami materinya. Dia selalu mendapat rangking 1 di kelasnyasmp.  Namun hal yang tidak disukai darinya adalah, ia selalu sombong dengan kepintarannya, tidak ingin berbag ilmu dengan temannya. Bahkan terkadang ia mengejek temannya karena belum memahami materinya.  Seperti “Idihh, masa gitu aja gak paham” ujar Layla dengan nada mengejek. Bahkan saat ada temannya yang ingin meminta bantuannya, ia berkata “Lah? Kerjain sendiri ajalah, aku aja bisa.” Atau “dih, inimah gampang bangett. Masa gitu doang gak bisa”.


Dan ada hari dimana salah satu teman kelasnya jenuh dengan sikap Layla, yaitu Zheva. Akhinya Zheva pun melaporkan sikap Layla kepada wali kelasnya, bu Murti. “Bu, tolong dong itu Layla dinasehatin” Kata Zhevanya. “Memangnya kenapa dengan Layla?” jawab bu Murti. “Ibu masa gak tau? Dia sombongg bangett sama kepintaran itu, kalau ada dari kita yang gak bisa contohnya gak bisa ngerjain tugas. Dia malah ngejek buu. Itu bikin kita gak semangat lagi bu.” Kata zheva . “ Ya ampun. Baiklah, besok akan ibu panggil Laylanya.” Jawab bu Murti. “Baik bu, terima kasih bu Murti. Saya izin melanjutkan istirahat.”


Kringggg..... Jam pelajaran pun dimulai 

“Kirimkan tugas Ipa yang sudah ibu berikan” kata guru ipa. “Bu bu, soalnya agak menyusahkan sih bu.” Kata Rita, murid di kelas itu. “Tugas gampang banget kayak gini dibilang susah” sahut Layla. “Gak semua orang otaknya sama. Mendingan Rita dahh, gak sombong.” Sindir Zheva. “Ngapa dah ikut-ikutan, iri sama kepintaranku kan?” ejek Layla. “Idih, jadi kayak situ? ogah banget. Pinter iya, sombong iya, punya temen? Kagak”. “Hey hey sudah-sudah. Kalian tidak usah  bertengkar. Kamu Layla, jangan suka meremehkan orang lain. Setiap orang mempunyai keahlian dibidang masing-masing.


Kringggg...... Jam makan siangpun sudah tiba

“Terima kasih untuk hari ini. Oh iya, Layla, ibu dapet pesan dari bu Murti. Katanya km dipanggil ke ruang guru. Temui Bu Murti saat jam makan siang ini” Kata bu Yastri. “Hah? Ada apa bu?” jawab Layla. “Temui saja beliau” jawab Bu Yastri.


Layla pun menuju ke ruang guru untuk menemui bu Murti. “Permisi, ada ibu Murti?” tanya Layla. “Masuk saja Layla”Jawab Bu Murti. Layla pun masuk ke ruang guru menuju meja bu murti. “Ada apa ibu memanggil saya?”. “okay, ibu mau tanya. Menurut kamu, apa yang akan kamu lakukan jika km belum memahami suatu materi. Tetapi, ada temanmu yang sudah memahaminya. Kamu pun bertanya kepada dia. Tetapi dia malah menjawab ‘masa gitu aja gak bisa’ ?”. tanya bu Murti. “ Ya gak tahu sih bu. Saya kan gak pernah nanya. Saya bisa kerjain soal sendiri bu.” Jawab Layla. Mendengar jawaban itu bu Murti pun menggeleng-gelengkan kepalanya. “Layla. Sebenernya ada yang bilang ke ibu, ada yang tidak suka sama sifat kamu. Kamu itu pintar loh, tetapi kamu itu sombong. Temen-temen kamu gak suka sama sifat kamu itu.” Kata  bu Murti. “ Lah? Kenapa memangnya bu? Sayakan mengatakan yang sebenarnya. Mereka kan emang tidak bisa.” Jawab Layla

“Layla, walaupun kamu adalah orang yang pintar, kamu tetap tidak boleh mengejek mereka yang belum pintar. Kita semua ini diciptakan dengan keahlian dibidang masing-masing. Coba sekarang lihat, kamu pintar. Tetapi, ada tidak yang ingin berteman dengan kamu? Tidak ada bukan? Karena mereka tidak suka dengan sifat sombongmu. Coba kamu lihat Rita, dia bukan orang yang pintar-pintar amat. Rangking dia dibawah kamu. Tetapi apa? Dia memiliki banyak teman, disukai oleh temen sekelasnya. Karena apa? Walaupun dia belum mengerti materi. Tetapi jika ada temannya yang bertanya, ia pasti akan mengatakan kepada temannya untuk menunggu hingga ia menemukan jawabannya. Setelah itu Rita akan mengajari temannya.  Disini, ibu mau kamu tolong ubah sikap kamu. Biar kamu lebih disenangi sama temanmu. Dan juga sebenarnya jika kamu mengejek mereka. Itu akan membuat orang yg kamu ejek jadi patah semangat belajarnya. Sekarang ibu tolong sama kamu, ubah sikap kamu yang kayak gitu.” Kata bu Murti menjelaskan panjang lebar. Mendengar hal itu, Layla pun terdiam. “dih yang ngelaporin pasti iri sama aku.apa apaan banget segala laporan sama guru” jawab Layla dalam pikirannya. “Layla?” tanya bu Murti. “ iya bu?” “Kamu dengar ucapan ibu yang tadi kan?” tanya bu Murti. “dengar kok bu” jawab Layla. “baiklah jika begitu. Ibu harap kamu memikirkan perkataan ibu tadi. Sekarang kamu boleh kembali istirahat” kata bu Murti. “Baik bu, terima kasih.” Jawab Layla


Layla pun kembali ke kelas untuk makan siang. Saat Layla membuka pintu kelas ia melihat Rita. Rita tengah berkumpul bersama teman-temannya. Bercanda, ketawa-ketawa. Temannya banyak. “duhh kenapa aku kepikiran sama perkataan bu Murti ya?”. 

Ia pun terus kepikiran dengan perkataan bu Murti. Hingga 3 hari kemudian.......


“Selamat pagi anak-anak”. “Selamat pagi bu Murti.” Jawab seluruh murid di kelas itu. “sebelum memulai pembelajaran, ada yang ingin disampaikan oleh Layla terlebih dahulu.” Kata bu Murti. Laylapun maju kedepan kelas. “temen-temen maaf mengganggu waktu kalian. Disini aku mau minta maaf soal sifat aku. Ternyata selama ini memang aku memiliki sifat yang sangat buruk. Aku sombong dan suka mengejek. Aku minta maaf atas semua itu” Kata Layla. Mendengar ituseluruh murid kelas itu pun terkejut, termasuk zheva “Hello, ini gak salah lihat, gak salah dengerkan?” kata Zheva. “nggak Zheva, aku sekarang sudah menyadari kesalahaku. Maaf, padahal sudah ada yang menegurku, tetapi aku keras kepala. Kalian mau memaafkan ku kah?” tanya Layla. Mendengar itu semua muridpun terdiam. “Kenapa? Kalian tidak-.” “kita mau maafin kamu kok. Ya gak temen-temen?” potong Zheva. “iyaa kita mauu” jawab murid serempak. “semudah itukah kalian memaafkan ku?” tanya Layla dengan mata berkaca-kaca. “Untuk apa hal kayak gini diperpanjang? Selagi kamu menyadari kesalahan kamu dan kamu berjanji kepada kita ingin berubah, maka apa salahnya kita kasih kesempatan? Ya gak teman-teman” jawab Zheva. “iya, kita semua bakal maafin kamu selagi kamu nanti berubah kok” kata murid di kelas itu. “terima kasih teman-teman” jawab Layla dengan haru.



Karya : Talitha Anabela

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku, Kamu, dan Bandung

Ingin Cantik

Sahabat Terbaik