Persahabatan
Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apa pun yang kita miliki.
Namaku Ani Nattaya. Orang asli Bali. Sekarang aku duduk dikelas 9 SMP. Nia adalah sahabatku nama lengkapnya adalah Nia metthew, kita bersahabat sejak masuk ke SMP.
Setiap hari kami selalu bermain bersama. Ke kantin bersama dan terkadang kami suka mengerjakan tugas sekolah bersama-sama, Nia sangat baik sekali kepada Ani, Tapi terkadang kami sering bertengkar hanya karena masalah kecil tapi tidak lama kami langsung baikan.
Siang itu aku dan Nia sahabatku sedang mengantri sebuah tiket konser. Karena artis yang akan tampil di konser tersebut kebetulan artis internasional, jadi tak heran jika antrian begitu panjang. Bahkan kami pun sudah mengantri sejak jam 7 tadi dan sampai sekarang masih belum dapat tiketnya.
Sampai sore tiba, ternyata kami tak kunjung dapat tiket konser itu padahal slot tiket sudah sangat mepet. Hanya orang yang beruntung yang bisa mendapatkannya. Salah satu cara mendapatkan tiket konser itu adalah dengan mengikuti kuis di sebuah radio. Tak mau ketinggalan pastinya aku pun selalu dengerin radio yang mengadakan kuis tersebut.
Suatu hari tiket tinggal satu-satunya dan aku belum dapat telpon dari radio tersebut. Ya, mereka yang ditelpon dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan adalah mereka yang dapat.
Harapanku pupus ketika seseorang ditelpon dari radio tersebut dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan.Karena begitu ngefansnya sama artis yang mau konser, seharian aku menangis dan tak mau keluar kamar. Nia yang tau keadaanku pun segera datang ke rumah. Dan Nia membikin ku menjadi happy kembali seperti semula walaupun kami tidak jadi nonton konser tapi kami selalu terus bersama-sama.
Pada pagi hari hujan turun dengan deras Ani merasa bingung bagaimana untuk berangkat ke sekolah ketika di sedang memandang hujan, Terdengar suara hp berdering dari kamar Ani lantas saja Ani masuk kamar dan menjawab telepon. Ternyata yang menghubungi Ani adalah Nia sahabatnya. Dalam teleponnya bahwa ia akan menjemput Ani sebab dia tau jika Ani sedang Ani sedang kebingungan Bagaimana untuk pergi ke sekolah.
Tak selang berapa lama, Ia sudah sampai di rumah Ani bersama ayahnya menggunakan mobil. Ani pun bergegas berpamitan pada orang tuanya dan keluar untuk menemui Nia setelah sampai di sekolah, Yang merupakan teman sebangku tersebut pun masuk menuju kelasnya.
Istirahat pun tiba, keduanya pergi ke kantin untuk menghilangkan rasa lapar ketika hendak membayar ternyata Nia lupa membawa dompet. Sehingga Ani sang sahabatnya membayarkanya.
Karya : Ashila Nurfauziah
Komentar
Posting Komentar