Pekerja Keras
Hanif seorang pekerja keras dari kecil yang dimana ia tinggal digubuk sempit yang dimana pintu nya mau hancur dan atap yang bolong jadi kalo hujan gubuk dia selalu kehujanan dan barang barang nya pun jadi basah semua, tetapi walaupun ia miskin ia tetap semangat sekolah dan ingin selalu meraih mimpi yang ia ingin kan yaitu membelikan orang tua rumah, mobil, motor dan menaikkan haji kedua orang tua maka dari itu ia sering sholat malam dan meminta kepada allah agar ia bisa membahagiakan kedua orang tua. Karena ia miskin tapi ia tidak pernah mengeluh untuk membelikan ini itu karena ia tau bahwa mencari uang bukan lah nya mudah tetapi susah makanya itu ia tidak mau membebani orang tua nya.
Hanif pun belajar dengan rajin dan sering membantu orang tua nya dan bertahun-tahun hanif pun sering mendapatkan ranking 1 dikelasnya dari SD sampai SMA tidak hanya itu ia juga mendapatkan beasiswa karena kepintaran nya, mendengar tersebut orang tua hanif sangat bangga kepadanya karena selama ini ia selalu belajar dan tidak mengkhianati dengan hasil nya, ayah nya ingin memberikan ia hadiah rasa terima kasih atas kerja sama dan rasa bangga dengan hasil yang diperoleh hanif yaitu hadiah hp tetapi ayah nya tidak bisa membelikan nya dikarenakan hp sangat lah mahal dan ayah nya tidak bisa membelikan hp untuk hanif.
2 tahun berlalu ayah hanif sering sakit sakitan dan membuat ia dan ibunya khawatir dengan kondisi ayah nya awalnya hanif ingin membawa ayah nya kedokter tetapi ibu nya memikirkan dengan biaya nya karena takut ibunya tidak bisa membanyar rumah sakit ayah nya dan dari situ hanif pun punya ide kalo ia ingin menjual kue yang sering ia bikin buat orang tuanya dan 1 bulan berlalu uang dari jualan kue cukup untuk membayar rumah sakit ayah nya dan ayah nya boleh dibawa pulang walaupun ayah nya sudah sembuh ia tetap jualan kue dari siang sampai sore dan sesampai nya ia bisa membeli rumah yang gede dan sangat enak untuk ditinggal kan, orang tua hanif benar benar salut dengan kemampuan kerja keras ia yang selama ini tidak pernah mengkhianati hasilnya.
Karya : Almira Irdina Firzanah
Komentar
Posting Komentar