Kerinduan di Balik Jendela
Di suatu sore turunlah gerimis hujan. membasahi jalan yang semula kering, kini menjadi basah, dan tercium bau tanah yang basah karena air hujan. Di balik itu semua ada gadis yang sedang melamun di samping jendela, sambil memerhatikan rintik-rintik hujan yang turun. Dia bernama Acha. Acha merupakan seorang anak yang dahulunya adalah perian dan dia seorang anak yatim, dia ditinggalkan oleh ayahnya 2 bulan yang lalu.
"Meong meong" suara Mbul, sambil mengelus-elus kaki acha dan yang membuat buyar semua Lamunan Acha. Mbul merupakan kucing peliharaan Acha
“Ada apa Mbul, Apa kamu lapar?” Tanya Acha.
Akhirnya Acha pun beranjak dari jendela dan memberi makan Mbu. Setelah memberi makan embul Aca pun kembali melamun dan saat Bundanya memanggil pun Aca tidak mendengarnya.
“Acha sini turun. Ayo kita makan dulu” Panggil Bunda Acha.
Karena tidak ada jawaban dari Acha akhirnya Bundanya pun masuk ke kamar Acha dan melihat bahwa Aceh sedang melamun.
“Acha kamu kenapa?” Tanya Bunda.
“Astagfirullah Bunda” jawab Acha dengan kaget.
“Acha Nggak kenapa-kenapa kok bun” Sambung Acha.
“Yang bener Acha? sini cerita aja ke bunda, tidak usah ditutupi” Kata Bunda.
Sebenernya bundanya khawatir kepada Acha. Semenjak di tinggal ayahnya Acha menjadi anak yang murung dan banyak melamun. Akhirnya Acha pun bercerita Apa yang sedang dipikirkannya.
“Bunda Acha kangen sama Ayah, biasanya jam segini Acha lagi nungguin Ayah pulang kerja di jendela.” Cerita Acha kepada bundanya dengan sedih.
“Acha kangen Bun, biasanya kalau aja lagi nungguin di jendela Ayah suka jahil, suka ngagetin Acha. Sekarang udah nggak ada yang jailin Acha kayak gitu lagi.” Sambung Acha.
“Acha kalau aja kangen sama Ayah, Acha shalat terus Acha berdoa buat ayah, Nanti hari Minggu kita ke kuburan Ayah ya. kita jenguk ayah.” jawab Bunda.
“Sekarang Ayo kita makan dulu, udah malam nanti setelah makan kita salat Isya bareng-bareng terus kita doain Buat Ayah.” Lanjut Bunda.
Akhirnya Acha dan Bunda pun makan malam bersam. Setelah makan mereka pun shalat isya dan berdoa untuk ayah Acha. Setelah selesai Acha pun disuruh Bundanya untuk tidur. ketika Acha sedang berbaring di kasurnya Acha memikirkan lagi kenangan-Kenangan bersama ayahnya. Saat memikirkan itu pun secara tidak sadar Air Mata Acha pun turun. Setelah lama memikirkan aja pun mengantuk dan kemudian tertidur.
Keesokan harinya, Acha pun berkegitan seperti biasanya, sekolah, les, dan tidak lupa selalu mendoakan ayahnya. Pada saat hari minggu tiba Acha dan ibunya pun pergi ke kuburan ayahnya. Disana Acha banyak bercerita tentang kesehariannya, kerinduannya dan masih banyak lagi.
Setelah puas bercerita dan mendoakan ayahnya. Akhirnya Acha dan bundanya pun pulang. saat di perjalannan bundanya berbicara
“Acha kamu boleh rindu ayah mu, tetapi jangan sampai mengganggu keseharian mu. Ayah juga pasti akan sedih di atasnya jika melihat putri kesangannya terus menerus sedih. Ayo Acha harus buktikan kepada ayah kalo Acha bisa membuat bunda dan ayah bangga kepada Acha.” Kata Bunda.
“Baik Bunda, Acha akan berusaha membuat bunda dan ayah bangga.” Jawab Acha.
Dan di kemudian hari Acha pun menjadi gadis yang perian dan tidak sering melamun lagi. Beberapa tahun kemudian Acha pun membutikan bahwa dia bisa membuat orang tua nya bangga dengan nya. dimana pada saat berkuliah dan SMA, Acha selalu mendapat nilai tertinggi, Acha mendapat beasiswa untuk berkuliah dan Acha pun lulus menjadi mahasiswi terbaik.
Komentar
Posting Komentar